Akhwat: 0813-1416-4545
Ikhwan: 0856-9212-7983
Bekam, Berita

Pemahaman Kolesterol Tinggi, Diagnosis Dan Pengobatannya

Kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia adalah kondisi dimana tingkat kolesterol dalam darah yang melampaui kadar yang normal. Kolesterol itu sendiri adalah senyawa lemak berlilin yang sebagian besar diproduksi di hati dan sebagian lainnya didapatkan dari makanan. Kondisi kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit serius. Penyakit yang mengintai penderita kolesterol tinggi biasanya dikaitkan dengan adanya pengendapan kolesterol berlebihan pada pembuluh darah, seperti stroke dan serangan jantung.

 

Menurut laporan WHO pada tahun 2011, diperkirakan sekitar 35 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dari batas normal yang baik untuk kesehatan. Artinya sepertiga penduduk Indonesia berisiko tinggi terkena penyakit arteri.

Kelebihan kolesterol bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol tinggi atau karena kurang berolahraga. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi akibat faktor keturunan.

Tentang Kolesterol

Sebenarnya kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi secara normal. Selain itu, kolesterol juga membantu tubuh memproduksi vitamin D, sejumlah hormon, dan asam empedu untuk mencerna lemak.

Di dalam darah, kolesterol dibawa oleh protein. Gabungan keduanya disebut dengan lipoprotein. Dua jenis utama lipoprotein adalah lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) yang biasa disebut dengan kolesterol jahat dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL) yang biasa disebut dengan kolesterol baik.

LDL bertugas mengangkut kolesterol dari organ hati ke sel-sel yang membutuhkan. Namun jika jumlah kolesterol tersebut melebihi kebutuhan, maka dapat mengendap pada dinding-dinding arteri dan menyebabkan penyakit. Di lain sisi, HDL, sebagai kebalikan dari LDL, bertugas mengangkut kolesterol kembali ke dalam organ hati. Di dalam hati, kolesterol akan dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran.

Kadar kolesterol dalam darah yang disarankan bisa bervariasi, tergantung apakah orang tersebut memiliki risiko lebih tinggi atau lebih rendah untuk terkena penyakit pembuluh arteri. Jumlah kolesterol dalam darah bisa diukur dengan melakukan tes darah.

Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah jika kelebihan berat badan, memiliki tekanan darah tinggi, berpenyakit diabetes, atau memiliki penyakit lainnya yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Diagnosis kadar kolesterol juga dianjurkan jika seseorang memiliki keluarga dekat yang menderita penyakit akibat kolesterol, atau keluarga dekat yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular pada usia dini.

Bagi mereka yang pernah terdiagnosis memiliki penyakit jantung koroner, stroke ringan, atau penyakit arteri perifer, disarankan melakukan pemeriksaan ini juga.

 

Ketika kolesterol berlebihan mengendap pada dinding arteri, maka aliran darah di jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya bisa terhambat. Dengan kata lain, kolesterol tinggi meningkatkan risiko seseorang terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis, penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh tertentu, stroke ringan, stroke, dan serangan jantung.

Kadar kolesterol yang tinggi juga dapat menyebabkan rasa sakit di dada bagian depan atau pada lengan (angina) ketika seseorang mengalami stres atau melakukan kegiatan fisik yang berat. Selain itu, kolesterol tinggi juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung koroner.

Jika tidak mengubah pola makan dan tidak berhenti merokok, penderita kolesterol tinggi akan lebih berisiko terkena stroke atau penyakit jantung. Pada rokok ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas kolesterol baik atau HDL untuk mengangkut timbunan lemak menuju hati. Akibatnya bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis.

Selain itu, risiko penderita juga meningkat jika dia menderita hipertensi, diabetes, atau memiliki keluarga yang menderita penyakit jantung atau stroke.

Kolesterol tinggi juga bisa disebabkan oleh kondisi genetik (keturunan) yang disebut dengan familial hypercholesterolaemia (FH). Kadar kolesterol penderita kondisi ini tetap tinggi meski telah mengonsumsi makanan sehat.

 

Cara mencegah atau menurunkan kadar kolesterol

Gaya hidup sehat sangat diperlukan dalam mengani kondisi kolesterol tinggi. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang adalah salah satu langkah utama yang bisa dilakukan dalam mencegah atau menurunkan kadar kolesterol. Kandungan lemak dalam makanan harus rendah. Cobalah ganti konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dengan buah-buahan dan sayur-sayuran, serta biji-bijian utuh (misalnya roti gandum utuh). Dengan begitu, kadar kolesterol dalam tubuh akan tetap rendah. Selain diet sehat, segera mulai melakukan olah raga secara rutin dan turunkan berat badan bagi yang mengalami kelebihan berat badan. Tidak kalah penting, hindari merokok.

Jika saran-saran di atas tetap tidak mampu menurunkan kadar kolesterol Anda dan risiko penyakit jantung tetap mengintai, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan pengobatan dengan memberi Anda resep obat penurun kolesterol, seperti statin.

 

Banyak faktor yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi, salah satunya adalah gaya hidup. Berikut ini adalah hal-hal yang dikategorikan sebagai gaya hidup tidak sehat yang berisiko tinggi memicu peningkatan kadar kolesterol jahat pada darah.

  • Kebiasaan  mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Hal yang paling berpengaruh terhadap kadar kolesterol dalam darah adalah tingginya kadar lemak jenuh dalam makanan tersebut. Makanan-makanan yang tinggi kadar lemak jenuhnya antara lain santan, jeroan, otak sapi, daging kambing, daging bebek dengan kulit, kulit ayam, kerang, udang, cumi, dan telur burung puyuh.
  • Keengganan untuk berolahraga atau kurang melakukan aktivitas fisik.
  • Terutama bagi Anda yang merokok, pada rokok ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas HDL atau kolesterol baik untuk mengangkut timbunan lemak dari tubuh menuju hati untuk dibuang. Akibatnya bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis.
  • Kebiasaan terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.

Faktor lain yang menjadikan seseorang lebih beresiko mengalami kolesterol tinggi adalah obesitas dan memiliki lingkar pinggang yang berlebihan. Untuk kita yang termasuk bangsa Asia, obesitas berarti memiliki indeks massa tubuh di atas 25 (kg/m2) sedangkan dikatakan lingkar pinggang berlebihan dimana melewati 90 cm bagi laki-laki atau 80 cm untuk perempuan. Jika seseorang mengalami obesitas, maka dia cenderung memiliki kadar kolesterol jahat dan kadar trigliserida yang lebih tinggi serta kadar kolesterol baik yang lebih rendah.

Trigliserida adalah jenis lain dari zat lemak pada darah. Ada beberapa penyebab naiknya kadar trigliserida dalam tubuh seseorang, antara lain karena faktor genetik, kegemukan, terlalu banyak mengonsumsi minuman keras, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula atau lemak tinggi.

Faktor-faktor lainnya

Selain gaya hidup, ada beberapa kondisi yang bisa mengubah kadar kolesterol seseorang menjadi tinggi, di antaranya adalah tekanan darah tinggi dan diabetes, kelenjar tiroid yang kurang aktif, penyakit hati, dan penyakit ginjal. Mengobati kondisi-kondisi mendasar tersebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Kolesterol tinggi juga rentan dialami oleh ras-ras tertentu di dunia. Seseorang yang berketurunan Bangladesh, India, Sri lanka, atau Pakistan lebih berisiko mendapatkan kolesterol tinggi. Selain ras, usia juga menjadi faktor penentu. Seiring pertambahan usia, risiko untuk terena penyempitan arteri atau aterosklerosis makin meningkat.

Faktor lainnya adalah riwayat keluarga atau genetik. Kondisi kolesterol tinggi yang terjadi di dalam keluarga disebut familial hypercholesterolaemia. Satu dari lima ratus orang mewarisi kondisi ini dari orang tua. Seseorang yang memiliki kondisi ini, biasanya tidak bisa menghilangkan kelebihan kolesterol yang terdapat dalam darah dengan sempurna. Dan bagi mereka yang hidup dengan kadar kolesterol tinggi, berarti berisiko untuk mendapatkan gangguan jantung dini. Anda lebih rentan terkena kolesterol tinggi jika keluarga laki-laki (ayah atau saudara kandung) terkena stroke atau penyakit jantung koroner di bawah usia 55 tahun. Anda juga rentan memiliki kolesterol tinggi jika keluarga perempuan Anda (ibu atau saudara kandung) terkena stroke atau darah tinggi di bawah usia 65 tahun.

Diagnosis Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol pada darah dapat diukur dengan tes darah sederhana. Sampel darah tersebut nantinya akan dipakai untuk menentukan tingkat kolesterol total, kolesterol jahat (LDL), kolesterol baik (HDL), serta trigliserida di dalam darah. Sebelum melakukan tes, biasanya pasien akan diminta untuk tidak makan selama 10-12 jam. Tujuannya agar hasil tes tidak terpengaruh oleh makanan yang masih dicerna.

Setelah pemeriksaan selesai dan hasilnya didapat, maka dokter akan menjelaskan kepada pasien dan menyimpulkan apakah pasien tersebut memiliki risiko rendah, menengah, atau tinggi untuk terkena penyakit kardiovaskular, seperti penyakit stroke atau penyakit jantung dalam kurun waktu 10 tahun. Kesimpulan tersebut tidak hanya didasarkan pada hasil tes kolesterol, namun juga didapat dengan memperhitungkan hal-hal berikut ini.

  • Jenis kelamin, riwayat keluarga, etnis, dan usia.
  • Faktor-faktor risiko yang dapat diobati, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit lainnya.
  • Indeks massa tubuh pasien yang ukurannya didapat dari perbandingan berat badan pasien dengan tinggi badan.

Untuk mengukur kadar kolesterol total, kolesterol darah diukur dengan satuan yang disebut milimol per liter darah, atau biasa disingkat dengan mmol/L. Bagi orang dewasa yang sehat, tingkat kolesterol yang disarankan adalah 5 mmol/L atau kurang. Sedangkan bagi mereka yang berisiko tinggi, disarankan 4 mmol/L atau kurang.

Kadar kolesterol jahat (LDL) yang ideal adalah 3 mmol/L atau kurang bagi orang-orang dewasa yang sehat dan 2 mmol/L atau kurang bagi mereka yang berisiko tinggi. Kadar ideal kolesterol baik adalah di atas 1 mmol/L. Jika di bawah itu, maka risiko terkena penyakit jantung akan tinggi.

Selain memeriksa kadar kolesterol, kadar trigliserida juga akan diperiksa. Trigliserida merupakan lemak dalam tubuh yang akan diubah menjadi energi. Zat ini bersumber dari konsumsi makanan berlemak. Trigliserida yang tidak terpakai akan disimpan tubuh di dalam jaringan lemak. Kelebihan trigliserida dapat menyebabkan penyakit jantung. Kadar trigliserida yang dianjurkan adalah sama dengan/atau di bawah 1.7 mmol/l.

Orang-orang yang disarankan menjalani pemeriksaan kolesterol

Seseorang disarankan menjalani pemeriksaan kadar kolesterol darah jika:

  • Berusia di atas empat puluh tahun.
  • Menderita diabetes atau tekanan darah tinggi.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Terdiagnosis mengidap stroke ringan, penyakit arteri perifer, atau jantung koroner.
  • Memiliki penyakit lain, seperti penyakit ginjal, radang pankreas atau pankreatitis, atau kelenjar tiroid yang kurang aktif. Penyakit-penyakit tersebut dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol.
  • Memiliki keluarga dekat yang memiliki gangguan kesehatan terkait kolesterol, seperti familial hypercholesterolaemia.
  • Memiliki riwayat keluarga berpenyakit kardiovaskular dini (misalnya ayah atau saudara laki-laki yang terkena stroke, penyakit jantung, atau serangan jantung di bawah usia 55 tahun dan ibu atau saudara perempuan yang terkena penyakit tersebut di bawah usia 65 tahun).

Pengobatan Kolesterol Tinggi

Jika hasil diagnosis menyatakan bahwa Anda menderita kolesterol tinggi, biasanya dokter akan terlebih dahulu menyarankan Anda untuk mengubah pola makan, tidak merokok, dan menambah frekuensi berolah raga. Saran ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari meski dalam keadaan sehat untuk membantu mencegah kolesterol tinggi.

 

 

Mengonsumsi makanan sehat dengan kandungan lemak jenuh yang rendah dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Upayakan untuk menghindari konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, seperti tertera di bawah ini.

  • Daging kambing
  • Daging bebek dan kulit
  • Kulit ayam
  • Jeroan
  • Otak sapi
  • Santan
  • Kerupuk
  • Kue dan biskuit
  • Telur burung puyuh
  • Cumi

Secara keseluruhan, rata-rata pria tidak boleh mengonsumsi lemak jenuh lebih dari 30 gram per hari. Untuk wanita, konsumsi lemak jenuh tidak boleh lebih dari 20 gram per hari. Cara mengetahui kadar lemak jenuh yang Anda makan bisa dilihat pada daftar takaran yang tertera di kemasan produk.

Sebagian besar ahli nutrisi percaya bahwa zat lemak yang terkandung di dalam avokad dan minyak ikan tuna, makarel, dan salmon baik untuk kesehatan. Zat tersebut dikenal sebagai asam lemak omega-3.

Bagi penderita kadar trigliserida tinggi, disarankan mengonsumsi asam lemak omega-3 agar kadar trigliserida mereka turun. Mengonsumsi makanan yang mengandung gizi omega-3, seperti ikan sebanyak dua kali seminggu, diyakini bermanfaat baik bagi mereka yang memiliki kadar trigliserida tinggi di dalam darah. Namun jangan mengonsumsinya berlebihan karena kadar omega-3 dalam tubuh yang tinggi dapat memicu terjadinya obesitas.

Mengatasi kolesterol tinggi dengan obat

Jika dalam beberapa bulan kolesterol tidak kunjung turun, meski Anda sudah mempraktikkan gaya hidup sehat, maka dokter dapat menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat penurun kolesterol.

Ada beberapa jenis obat penurun kolesterol dan masing-masing obat tersebut berfungsi dengan cara yang berbeda-beda. Untuk mengetahui obat yang cocok dengan Anda, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Jika Anda juga memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi, kemungkinan besar dokter akan memberikan resep obat untuk menurunkannya. Beberapa obat penurun kadar kolesterol dalam darah yang bisa diresepkan oleh dokter adalah statin, aspirin, dan ezetimibe.

Statin berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dengan cara memblokir enzim dalam hati yang bertugas memproduksi kolesterol. Jika diresepkan oleh dokter, biasanya pasien tersebut akan mengonsumsi statin untuk seumur hidup. Sebab jika statin tidak diberikan, maka kadar kolesterol bisa kembali naik dan bisa meningkatkan risiko penyakit lain yang terkait, seperti serangan jantung.

Beberapa jenis obat-obatan statin yang dapat disarankan dokter adalah simvastatin, atorvastatin, dan rosuvastatin. Namun ada sebagian orang yang intoleran terhadap statin dan mengalami efek samping saat mengonsumsinya. Efek samping yang biasa muncul berupa gangguan pada perut dan nyeri otot.

Selain statin, pemberian aspirin dengan dosis rendah mungkin akan disarankan oleh dokter juga. Dosis rendah aspirin juga bisa mencegah terbentuknya gumpalan darah. Aspirin umumnya tidak boleh dikonsumsi oleh anak yang masih berusia di bawah 16 tahun.

Bagi penderita kolesterol tinggi yang tidak bisa mengonsumsi statin karena efek sampingnya, sedang mengonsumsi obat lain yang kinerjanya bisa terganggu, atau memiliki penyakit yang bisa bertambah parah jika menggunakan statin, maka dokter mungkin akan meresepkan ezetimibe. Obat ini juga bisa dikombinasikan dengan statin jika penggunaan statin saja belum cukup berhasil menurunkan kadar kolesterol. Ezetimibe bekerja dengan cara mencegah terjadinya penyerapan kolesterol di dalam usus yang berasal dari makanan. Ezetimibe biasanya tidak seefektif statin, namun efek samping yang ditimbulkannya lebih kecil.

Penderita dapat mengonsumsi ezetimibe dan statin secara bersamaan jika kadar kolesterol tinggi mereka tidak cukup bisa diturunkan hanya dengan statin. Efek samping yang timbul dari kombinasi ini umumnya sama dengan yang muncul pada penggunaan statin saja, yaitu gangguan pada perut atau nyeri pada otot.

Menurunkan trigiserida dengan obat

Niacin biasanya diberikan kepada mereka yang memiliki kadar trigiserida tinggi. Niacin adalah vitamin B yang ditemukan pada makanan maupun suplemen multivitamin. Dalam dosis tinggi yang diberikan melalui resep, niacin mampu menurunkan trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL.

Namun penggunaan dosis tinggi juga bisa memunculkan efek samping berupa kulit menjadi kemerahan. Efek samping ini juga bisa dikurangi dengan menghindari konsumsi makanan pedas.

Niacin biasanya tidak akan diberikan kepada mereka yang sedang mengalami sakit perut, sakit maag, gangguan pencernaan, atau mereka yang berisiko mengalami kondisi-kondisi tersebut. Pengguna niacin biasanya akan disarankan menjalani tes darah secara berkala untuk memastikan organ hati mereka berfungsi dengan baik.

Selain niacin, obat golongan fibrat juga dapat diberikan untuk menurunkan kadar trigliserida yang berlebihan di dalam darah. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan produksi kolesterol jenis VLDL (very-low-density lipoprotein). Kolesterol jenis ini kebanyakan mengandung trigliserida.

Selain itu, seperti yang telah disebutkan diatas, sebagian besar ahli nutrisi percaya bahwa omega-3 dapat membantu mengatasi trigliserida yang tinggi. Selain dari makanan, tersedia pula suplementasi omega-3 yang dapat Anda peroleh secara bebas. Konsultasikan penggunaan zat ini kepada dokter Anda karena bisa jadi mempengaruhi obat lain yang sedang Anda konsumsi.

 

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Tanya aja! klik disini